Hide Menu

7 Larangan di Lawang Sewu Ini Perlu Diingat Saat Berkunjung, Wajib Banget Hati-Hati!

Daftar Larangan Tertulis Maupun Tidak Tertulis Saat Memasuki Tempat Wisata Seribu Pintu.

Artikel Larangan di Lawang Sewu ini diposting diperbarui
Pembaca
Like
Larangan di Lawang Sewu 2024
© freepik.com

Apa Arti Larangan di Lawang Sewu?

Apa Arti Larangan di Lawang Sewu?
freepik.com

Larangan mempunyai arti hal-hal yang tak boleh dilakukan atau ungkapan agar seseorang tidak melakukan hal tertentu. Kata “larangan” juga dapat Anda artikan sebagai perintah di mana seseorang harus menaati aturan yang berlaku di suatu tempat.

Larangan dapat berbentuk tulisan maupun tidak tertulis. Merujuk pada larangan di Lawang Sewu, ini berarti ada kaitannya dengan setiap hal yang tidak boleh siapapun lakukan ketika berkunjung ke bangunan bersejarah itu.

Karena pada dasarnya, Lawang Sewu adalah bangunan bersejarah yang sangat dijaga keasliannya. Meskipun di tempat tersebut tidak tersedia larangan tertulis, namun pengunjung biasanya akan menyadari larangan tak tertulis itu.

Apakah Plesirmania penasaran dengan larangan di Lawang Sewu apa saja? Tim Plesir akan menjabarkan untuk Anda di bagian pembahasan berikutnya. Kalau mau tahu, baca terus artikel ini sampai part penutup, ya! Mari simak bersama!

Sejarah Singkat Lawang Sewu

Sejarah Singkat Lawang Sewu
freepik.com

Menurut Ria A dan Sumiyatun (2016), Lawang Sewu termasuk objek wisata yang terdapat di Kota Semarang bersama dengan objek wisata lain. Contohnya, Masjid Agung Jawa Tengah, Museum Ronggo Warsito, Klenteng Sam Poo Kong, dan sebagainya.

Arti Lawang Sewu sendiri yaitu seribu pintu. Asal-usul Lawang Sewu ini sebenarnya tidak berkaitan secara langsung dengan jumlah pintu yang banyak di bangunan tersebut. Nyatanya, hanya terdapat 928 pintu saja. Dahulu orang Jawa sering menyebutkan sesuatu yang banyak dengan kata “sewu”. Jadilah bangunan yang banyak pintunya ini disebut sebagai Lawang Sewu.

Bangunan bersejarah tersebut tidak semata-mata dibangun tanpa alasan. Jaman dahulu, bangunan ini berfungsi sebagai kantor administrasi kereta api Belanda yang disebut Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij.

Kemudian, berdasarkan cerita sejarah yang beredar, Lawang Sewu dahulunya tidak Belanda bangun secara bersamaan. Misalnya gedung A, ini dibangun pada 1904-1907. Lain lagi dengan gedung B, D, dan E yang pemerintah bangun di tahun 1916-1918 kala itu.

Sementara itu, beberapa arsitek yang bertugas dalam pembangunan gedung bersejarah ini antara lain Ir. P. de Rieu, J. F. Klinkhamer, B. J. Ouendag, serta Thomas Karsten. Tercatat ada empat arsitek yang ikut mengembangkan bangunan tersebut.

Pada satu kompleks gedung dari A sampai dengan E berdiri tegak tiga lantai. Dua lantai pertama terdiri dari kantor, sementara lantai ketiga merupakan loteng. Kemudian, ada juga lorong bawah tanah, sumur, dan lain-lain.

E.T Kazaene
Writer
Content Writer

Adalah seorang yang mudah tertawa dengan jokes garing bapack-bapack, suka mengamati tingkah laku seseorang dan hewan, suka melamun, dan mudah bergaul. Saat ini, Esy berprofesi sebagai penulis konten. Di tahun yang akan datang mungkin Esy akan menjadi astronot.

L. Ramadhani
Editor
Content Editor

Si penyuka kata yang tidak bisa menolak novel fiksi, bergantung pada kalimat, dan selalu menyelesaikan paragraf.

Konten ini dikerjakan sepenuhnya oleh Plesir. Meski Plesir terkadang menerima produk dan layanan secara gratis dari produsen atau pihak pemasang iklan, namun produsen dan pihak lainnya tidak berperan dalam menentukan isi atau penentuan peringkat dalam konten Plesir. Silakan baca kebijakan editorial Plesir untuk lebih detail.
Pakar dalam konten ini hanya meninjau isi konten bagian artikel seperti tips, tutorial, cara, promo dan lainnya. Produk dan/atau layanan yang direkomendasikan bukanlah pilihan dari pakar.

7 Larangan di Lawang Sewu - Terbaru 2024

Inilah bagian yang Anda tunggu-tunggu yaitu list larangan di Lawang Sewu baik yang tertulis maupun tidak tertulis. Sebelum pergi masuk ke dalam bangunan bersejarah itu, baiknya simak larangan-larang berikut. Baca, yuk!

1
Syuting Berbau Mistis

Untuk Merubah Citra Horor yang Lama Tersemat

Syuting Berbau Mistis

2
Berbicara Sembarangan

Hal Tak Semestinya Siapapun Lakukan

Berbicara Sembarangan

3
Membuang Sampah Sembarangan

Dapat Mengganggu Pengunjung Lain

Membuang Sampah Sembarangan

4
Melamun atau Berpikiran Kosong

Dipercayai Akan Terasuki Hal-hal Goib

Melamun atau Berpikiran Kosong

5
Merusak Bangunan dengan Sengaja

Bukan Hal Terpuji, Sebaiknya Harus Anda Hindari

Merusak Bangunan dengan Sengaja

6
Mencuri Aset Museum

Bikin Masuk Penjara dan Menghilangkan Jejak Sejarah

Mencuri Aset Museum

7
Berpakaian Tidak Sopan

Bentuk dari Menghargai Diri Sendiri

Berpakaian Tidak Sopan

Anda bisa percaya Plesir. Kami memberikan ulasan dan rekomendasi jujur berdasarkan pengetahuan mendalam dan pengalaman dunia nyata. Cari tahu lebih lanjut tentang cara Plesir meninjau dan merekomendasikan produk dan layanan.
Untuk Merubah Citra Horor yang Lama Tersemat
© freepik.com
1
Untuk Merubah Citra Horor yang Lama Tersemat

Syuting Berbau Mistis

Rekomendasi kami

Ternyata ada larangan seputar melakukan syuting di Lawang Sewu, lho. Ini berkaitan dengan latar belakang rusaknya citra gedung bersejarah itu. Bahkan, tak jarang yang terlitas di benak masyarakat ketika seseorang menyebutkan “Lawang Sewu” pasti akan terbesit kata angker.

Opini mistis inilah yang tak ingin pengelola lanjutkan. Sehingga, pengelola membuat aturan tidak bolehnya syuting film berbau horor atau mistis. Untuk menghilangkan kesan buruk ini, pengelola juga sudah memasang lampu di setiap tempat gelap termasuk area parkir dan membatasi akses kunjungan sampai 9 malam saja.

Hal Tak Semestinya Siapapun Lakukan
© freepik.com
2
Hal Tak Semestinya Siapapun Lakukan

Berbicara Sembarangan

Larangan selanjutnya ada pada aturan tak tertulis mengenai dilarang berbicara sembarang. Kata sembarang di sini maksudnya adalah berbicara kasar, kotor, dan tidak seronok kepada sesama saat mengunjungi bangunan tua itu.

Walaupun gedung bersejarah itu tidak memiliki telinga, Plesirmania sudah semestinya menjaga sikap saat berbicara, berperilaku, bertindak, dan lain-lain. Tindakan seperti ini juga bermaksud agar siapapun tidak terganggu.

Dapat Mengganggu Pengunjung Lain
© freepik.com
3
Dapat Mengganggu Pengunjung Lain

Membuang Sampah Sembarangan

Yang ke 3, sama seperti mengunjungi tempat-tempat lain, saat berkunjung ke Lawang Sewu sudah semestinya Anda tidak membuang sampah sembarangan. Membuang sampah sembarangan adalah contoh perbuatan yang tidak terpuji dan dapat merusak beberapa fasilitas gedung yang telah terpelihara dengan baik.

Sampah-sampah yang beserakan juga akan membuat suasana gedung jelek, pengunjung lain pun dapat terganggu. Dengan membuang sampah di tempat yang seharusnya juga merupakan tindakan ikut menjaga kebersihan gedung bersejarah tersebut.

Dipercayai Akan Terasuki Hal-hal Goib
© freepik.com
4
Dipercayai Akan Terasuki Hal-hal Goib

Melamun atau Berpikiran Kosong

Walaupun legenda mistis tentang Lawang Sewu itu belum dapat dipastikan kebenarannya, namun jangan sepelekan hal ini. Sama halnya dengan melamun ketika berkeliling memutari gedung tersebut.

Hal ini terdengar sepele, akan tetapi tidak dapat Anda pungkiri pikiran kosong saat melamun bisa berpengaruh buruk kepada Plesirmania. Pada mitos yang beredar, masyarakat percaya makhluk gaib akan mudah merasuki diri saat melamun.

Bukan Hal Terpuji, Sebaiknya Harus Anda Hindari
© freepik.com
5
Bukan Hal Terpuji, Sebaiknya Harus Anda Hindari

Merusak Bangunan dengan Sengaja

Selanjutnya yaitu merusak bangunan Lawang Sewu dengan sengaja. Dengan tanpa sadar, pasti Plesirmania sudah paham ‘kan bahwa merusak segala sesuatu yang bukan milik Anda adalah hal ilegal dan tak tepuji?

Itu artinya merusak bangunan bersejarah juga bukan hal terpuji. Sangat jelas bahwa efek yang Anda timbulkan dalam merusak suatu benda dapat merubah struktur keaslian benda tersebut. Harap berhati-hati, ya!

Bikin Masuk Penjara dan Menghilangkan Jejak Sejarah
© freepik.com
6
Bikin Masuk Penjara dan Menghilangkan Jejak Sejarah

Mencuri Aset Museum

Rekomendasi kami

Selain bangunan bersejarahnya yang dijaga ketat oleh pengelola, museum perkereta apiaan di dalamnya pun demikian. Ada banyak koleksi berharga di museum tersebut, seperti mesin hitung, mesin tik, replika lokomotif, dan lain-lain.

Itu berarti Anda juga seharusnya menjaga bersama peninggalan yang berharga ini. Sebaiknya tidak melakukan tindakan tercela seperti mencuri aset atau koleksi dari museum yang ada.

Bentuk dari Menghargai Diri Sendiri
© freepik.com
7
Bentuk dari Menghargai Diri Sendiri

Berpakaian Tidak Sopan

Salah satu bentuk menghargai diri sendiri adalah selalu berpakaian sopan di mana pun berada, apalagi saat mengunjungi Lawang Sewu. Adalah tindakan bijak jika Anda menghindari berpakaian tidak sopan.

Berpakaian tidak sopan tidaklah merujuk pada gambar berpakaian tertutup dari ujung kepala hingga kaki. Akan tetapi, lebih pada penggunaan baju yang pantas dari atas hingga ujung kaki.

Tanya Jawab Seputar Larangan di Lawang Sewu

Setelah mengetahui apa-apa saja larangan di Lawang Sewu, saatnya Anda menuntaskan deskripsi artikel ini dengan membaca sejumlah pertanyaan beserta jawaban di bawah kolom. Baca segera!

Kenapa ruang bawah tanah Lawang Sewu ditutup?

Karena faktor keamanan, maka tempat wisata tersebut ditutup.

Lawang Sewu dulu digunakan untuk apa?

Jawaban dari Lawang Sewu dulu tempat apa ialah saat itu tempat wisata ini digunakan sebagai kantor pusat perusahaan kereta api swasta milik Belanda.

Apa yang terkenal di Lawang Sewu?

Yang terkenal di tempat wisata tersebut ialah ruang bawah tanah, menara informasi, museum perkereta apian, dan sebagainya.

Berapa harga tiket masuk Lawang Sewu?

Harga tiket masuk tempat ini adalah Rp. 20.000 untuk orang dewasa dan Rp. 10.000 untuk anak-anak.

Kenapa Lawang Sewu angker?

Itu karena tempat wisata ini menurut kisah dari masyarakat di ruang bawah tanahnya merupakan tempat penyiksaan oleh serdadu tentara Jepang.

Jam berapa Lawang Sewu buka?

Buka dari jam 8 pagi sampai dengan jam 9 malam waktu Indonesia bagian barat.

Kesimpulan: Larangan di Lawang Sewu

Bagaimana Plesirmania, sudah paham ‘kan apa saja yang menjadi larangan ketika berada di Lawang Sewu? Tepat sekali, Anda tidak boleh syuting film bertema horor, merusak gedung, mencuri koleksi, hingga berbicara sembarangan.

Semoga Plesirmania di rumah selalu ingat akan larangan-larangan tersebut. Bila perlu Anda bookmark saja artikel ini dalam catatan travel ke Semarang. Tim Plesir harap rangkuman tadi membantu Anda memahami apa itu Larangan di Lawang Sewu. Selamat liburan!

Deskripsi setiap produk bersumber dari produsen/brand, situs marketplace, dan sebagainya. Harga yang tercantum di konten Plesir adalah harga terendah di marketplace, toko, atau situs resmi produk saat konten dibuat.
Apabila Anda membeli produk yang disebutkan di konten ini, Plesir mungkin akan menerima sebagian komisi dari hasil penjualan produk tersebut.

Komentar & Diskusi

Berikan ulasan mengenai konten ini, ulasan anda akan sangat berguna untuk kami dan pembaca lainnya, bantu pembaca lainnya mendapatkan banyak informasi

guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
Lihat Semua

Konten Serupa

Diliput oleh banyak media terpercaya di Indonesia

Detik.com Kompas.com Liputan6 Tribun Network Merdeka.com Tempo